1. Izmi Unaissah (205030700111018)
2. M. Irfan Sani (205030707111016)
3. Vicky Amalina .S.H. (205030707111012)
Manual Mutu
• Kisi-Kisi
Dalam Pembuatan Manual Mutu
1. Mengetahui hal yang wajib ada dalam manual mutu, yaitu:
a. Lingkup
Penerapan ISO 9001:2008
b. Pengecualian,
jika terdapat persyaratan yang kurang atau lebih dari persyaratan lingkup penerapan, maka organisasi/lembaga/perusahaan dapat mengecualikan klausal 7
yanga ada pada ISO 9001:2008 dengan menyertakan alasannya.
c. Interaksi
Proses, dalam bagian ini berisi tentang proses produksi sampai distribusi
melalui alur pendukung, yaitu HR, IT, ADM, Purchasing, dan lain sebagainya.
2. Menentukan
jenis manual mutu apa yang akan digunakan.
3. Mengumpulkan
semua data yang berkaitan dengan poin pertama.
4. Meninjau
kembali manual mutu yang sudah dibuat minimal satu kali dalam satu tahun agar
mengetahui segala permasalahan yang ada.
• Langkah-Langkah Dalam Penyusunan Manual Mutu
2. Membuat
lembar pengendalian yang berisi yaitu:
a. Lembar
pengesahan
b. Sejarah
perubahan
c. Daftar
isi.
3. Masuk
ke dalam poin utama yaitu pembuatan manual mutu yang berisi:
a. Tujuan
b. Ruang
lingkup sistem manajemen mutu
c. Pengecualian
persyaratan ISO 9001:2008
d. Pengendalian
serta distribusi manual mutu
4. Membuat
bagian pendahuluan yang berisi:
a. Profil
perusahaan
b. Visi
dan misi
c. Kebijakan
mutu
d. Sasaran
mutu perusahaan
e. Sasaran
mutu bidang
f.
Peta produksi atau operasi layanan
5. Membuat
sistem manajemen mutu guna mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan selama
manual mutu berlaku, terdiri dari:
a. Persyaratan
umum
b. Persyaratan
dokumentasi
c. Umum
d. Manual
mutu
e. Pengendalian dokumen
f. Pengendalian rekaman
6. Menentukan
tanggung jawab manajemen yang terdiri dari:
a. Komitmen
manajemen
b. Fokus
pelanggan
c. Kebijakan
mutu
d. Perencanaan
e. Sasaran
mutu
f.
Perencanaan sistem manajemen mutu
g. Tanggung
jawab, wewenang, dan komunikasi
h. Wakil
manajemen
i.
Tinjauan manajemen
j.
Umum
k. Masukan
tinjauan
l.
Keluaran tinjauan
7. Menentukan
bagaimana cara mengelola sumber daya melalui subbab Pengelolaan Sumber Daya,
terdiri dari:
a. Penyediaan
sumber daya
b. Sumber
daya manusia
c. Umum
d. Kompetensi,
kesadaran, dan pelatihan
e. Infrastruktur
atau sarana-prasarana
f.
Lingkungan kerja
8. Realisasi
produk atau operasi layanan, yaitu:
a. Perencanaan
produk atau layanan
b. Proses
berkaitan dengan pelanggan
c. Penetapan
persyaratan pelanggan
d. Tinjauan
persyaratan pelanggan
e. Komunikasi
pelanggan
f.
Perencanaan dan pengembangan produk atau layanan
g. Pembelian
h. Pelaksanaan
produksi atau layanan
i.
Pengendalian
j.
Validasi proses
k. Identifikasi
dan kemampuan telusur
l.
Milik pelanggan
m. Perlindungan
produk atau layanan
n. Pengendalian
alat ukur dan pemantauan
9. Melakukan
pengukuran, analisis, dan peningkatan (jika membutuhkan) lalu dijadikan subbab
baru, terdiri dari:
a. Umum
b. Pemantauan
dan pengukuran
c. Kepuasan
pelanggan
d. Audit
internal
e. Pengukuran
dan pemantauan proses
f.
Pengukuran dan pemantauan produksi atau layanan
g. Pengendalian
produksi atau operasi
h. Analisis
data
i.
Perbaikan atau peningkatan
j.
Perbaikan atau peningkatan lanjutan
k. Tindakan
perbaikan
l.
Tindakan pencegahan
10. Menyertakan
lampiran sebagai bukti tambahan yang terdiri dari:
a. Struktur
organisasi/lembaga/perusahaan
b. Uraian
mengenai tugas wewenang dan kompetensi wakil manajemen, pengendali dokumen, dan
auditor internal
c. Referensi
silang standar ISO 9001:2008 dengan dokumentasi sistem manajemen mutu
d. Bisa juga sertakan lampiran lain yang sekiranya menjadi bukti valid dari segala proses yang sudah dilaksanakan di manual mutu tersebut
11. Melakukan
revisi terkait pelaksanaan manual mutu dan ISO 9001:200 jika terdapat kesalahan
atau perbedaan dengan lapangan.
Standar Operasional Prosedur (SOP)
SOP adalah sebuah dokumen yang berisi
prosedur kerja dan wajib dikerjakan secara kronologis serta sistematis dalam
menyelesaikan sebuah pekerjaan tertentu dengan tujuan supaya memperoleh hasil
kerja paling efektif.
• Kisi-kisi
SOP
1. Menganalisis/
mengidentifikasi faktor-fator pembentuk SOP.
2. Pembentukan
tim untuk pengembangan SOP.
3. Melakukan
penulisan SOP.
4. Melakukan
langkah pengujian dan review SOP.
5. Melakukan
pengesahan SOP.
6. Melakukan
sosialisasi SOP kepada pengguna.
7. Monitorinng penerapan SOP dan kontribusi SOP dalam peningkatan kinerja perpustakaan.
• Langkah-langkah
penulisan SOP
Secara umum pendekatan yang digunakan dalam penyusunan SOP Perpustakaan menggunakan siklus penyusunan SOP yang meliputi empat tahap yaitu:
1. Analisis Kebutuhan SOP
Dalam langkah awal
penyusunan SOP akan dijelaskan mengenai analisis kebutuhan SOP untuk
Perpustakaan. Selain itu juga diperlukan identifikasi faktorfaktor yang mungkin
bisa mempengaruhi SOP. Kegiatan ini dilakukan melalui observasi langsung ke
lapangan untuk melihat kegiatan-kegiatan pekerjaan yang dibuatkan SOP.
Berikutnya dikembangkan rencana aksi atau tindak lanjut. Dalam analisis
kebutuhan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut:
1. Lingkungan
operasional, ini meliputi beberapa hal seperti bagaimanakah lingkungan
operasional di Perpustakaan apakah sederhana atau kompleks, apakah lingkugan
operasional melibatkan bebagai unit yang saling berkaitan dan saling
berhubungan.
2. Peraturan
perundangan dan petunjuk teknis pelaksanaan yang sudah ada atau sudah
dikembangan oleh Perpustakaan.
3. Kebutuhan
Perpustakaan dan stake holder, kebutuhan perpustakaan dan stake holder perlu
dirumuskan secara jelas. Apakah semua unit perpustakaan sudah membutuhkan SOP
dan apakah kebutuhan tersebut mendesak?
4. Adanya
kejelasan proses penilaian kebutuhan. Kegiatan ini penting untuk untuk
dilakukan dan merupakan gambaran kebutuhan dari lembaga tentang SOP yang akan
dikembangkan. Dari sisi inilah nantinya SOP akan dikembangkan.
Proses penilaian kebutuhan perlu didasarkan pada beberapa
aspek berikut:
a) dukungan
lembaga,
b) penilaian
kebutuhan,
c) daftar
SOP yang akan dikembangkan,
d) analisis
SOP yang telah ada,
e) terbitnya
dokumen penilaian kebutuhan dalam bentuk laporan.
5. Pengembangan SOP
Dalam langkah kedua akan dibahas mengenai proses pengembangan SOP, dan hal-hal yang diperlukan dalam mendukung pengembangan SOP.
Dalam langkah ini perlu diperhatikan hal-hal sebagai
berikut:
1) Pembentukan
tim untuk mengembangkan SOP Perpustakaan.
Tim ini bisa terdiri dari unsur pimpinan
dan unsur pelaksana dan juga unsur yang akan mengambangkan SOP.
2) Pengumpulan
informasi dan identifikasi alternatif dilakukan dengan menggali informasi
melalui berbagai cara seperti dengan: teknik wawancara, teknik Observasi,
teknik dokumentasi.
3) Analisis
dan pemilihan alternatif, setelah tahap pengumpulan informasi dilakukan
kemudian tim mulai analisis dari bahan yang telah terkumpul. Selanjutrnya tim
akan menentukan berbabagi alternatif dari kegiatan pengembangan SOP baik yang
menyangkut materi maupun cara dan bahkan sampai pada analis tentang alur yang
akan dibuat.
4) Penulisan
SOP
Penulisan SOP perlu
dilakukan secara cermat sehingga dapat dihasilkan sebuah SOP yang bisa
dipertanggungjawabkan dengan baik. Penulisan perlu mengacu pada format SOP dan
memilih format mana yang akan digunakan oleh perpustakaan yang mengembangkan
SOP. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam penulisan SOP adalah: tingkat
ketelitian, kejelasan dan ketepatan.
5) Pengujian
dan Review SOP
SOP yang telah
dikembangkan perlu dilakukan pengujian atau review. Langkah pengujian dan
review bisa dilakukan sebagai berikut:
a. Dikirimkan kepada pihak-pihak yang secara
langsug terlibat (calon pengguna) dalam prosedur SOP yang dimaksud untuk
memperoleh masukan. Masukan dari calaon pengguna ini sangat penting untuk
dilakukan.
b. Melakukan simulasi untuk melihat sejauh mana SOP
dapat berjalan sesuai dengan kondisi yang nyata. Dengan simulasi dapat diketahui
berbagai kelemahan dan prosedur-prosedur yang perlu diperbaiki sesuai dengan
kondisi lapangan.
c. Melakukan uji coba dalam kegiatann nyata pada
perpustakaan. Dengan cara ini kan diperoleh gambaran secara nyata bagaimana SOP
dilaksanakan dalam organisasi perpustakaan. Apakah masih perlu perbaikan dan
perubahan.
d. Melakukan review dari hasil uji coba untuk
perbaikan SOP. Hasil review perlu dikerjakan dalam bentuk tim sehingga bisa
lebih obyektif dan komprehensif.
6.) Pengesahan
SOP
Pengesahan SOP
dilakukan oleh kepala perpustakaan atau bisa dilakukan pada tingkat Rektorat.
Hal ini dimaksudkan agar SOP mempunyai kekuatan yang mengikat lembaga.
7.) Penerapan
SOP
Dalam bagian ini
dijelaskan tentang perencanaan implementasi, langkah- langkah yang diperlukan
untuk sosialisasi SOP kepada para pengguna, pendistribusian SOP kepada
pengguna, analisis kebutuhan pelatihan (jika diperlukan) serta pengembangan
mekanisme pengawasan kerja. Kegiatan penerapan SOP meliputi langkah-langkah
sebagai berikut:
1) Perencanaan
penerapan SOP.
Perencanaan penerapan
SOP perlu dilakukan secara sungguhsungguh agar SOP yang akan dipakai dapat
segera dipahami oleh staf pelaksana. Ada beberapa persiapan yang perlu
dicermati antara lain:
a. berapa
banyak SOP yang akan diterapkan
b. siapa
yang menjadi target penerapan
c. informasi
apa yang akan disampaikan kepada target
d. bagaimana
cara penyebaran informasi SOP yang efektif
e. bagaimana
cara pemantauan pelaksanaan
2) Distribusi
kepada unit-unit
Pada tahap ini SOP mulai didistribusikan ke masing-masing unit yang akan menerapkan SOP. Pendistribusian SOP harus serentak sehingga semua unit akan melaksanakan secara serentak pula.
3) Pelatihan
pemahaman SOP
a. penilaian
kebutuhan pelatihan
b. materi
pelatihan
c. Pemilihan
peserta
d. pemilihan
instruktur
e. kompetensi
yang diharapksn dari hasil pelatihan
f. penjadwalan
dan administrasi
4) Supervisi
Kegiatan ini perlu
dilakukan dengan cara mengamati dan melakukan pengawasan apakah SOP sudah
dilakasanakan dan seberapa jauh SOP tersebut bisa dilaksanakan dengan
baik.
8.) Monitoring
dan Evaluasi
Pada langkah ini
dibahas tentang mekanisme monitoring untuk melihat seberapa jauh penerapan SOP
dan bagaimana SOP bisa memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja
Perpustakaan. Sementara itu untuk evaluasi akan difokuskan pada penilaian SOP
itu sendiri apakah perlu ada perubahan dan penambahan. Kegiatan ini menjadi
masukan bagi Perpustakaan untuk langkah mendatang. Kegiatan ini meliputi
langkah:
a. Monitoring
Perpustakaan perlu menyiapkan mekanisme monitoring kinerja dan memastikan bahwa SOP bisa dilaksanakan dengan baik. Proses ini diarahkan untuk membandingkan dan memastikan kinerja pelaksana sesuai dengan maksud dan tujuan yang terdapat dalam SOP, melakukan identifikasi, permasalahan yang timbul, menentukan cara untuk meningkatkan hasil implementasi, dan atau menyediakan dukungan tambahan jika diperlukan. Monitoring harus disertai sistem pengukuran antra kinerja staf dengan kinerja yang diharapkan. Metode monitoring yang dapat digunakan antara lain berupa: a) observasi supervisor, b) interview dengan pelaksana, c) interview dengan user, d) pertemuan dan diskusi kelompok kerja e) pengarahan dalam pelaksanaan.
b. Evaluasi
Sebenarnya secara
substansial SOP akan membantu kinerja perpustakaan menjadi lebih produktif.
Selain hal tersebut SOP juga dapat menjadikan perpustakaan lebih efektif dan
lebih kohesif. Tidak selamanya SOP berlaku secara permanen, setiap perubahan di
perpustakaan akan selalu membawa perubahan terhadap SOP yang diaplikasikan.
Oleh sebab itu SOP perlu secara terus menerus untuk dievaluasi agar prosedur
dalam perpustakaan selalu merujuk pada akuntabilitas dan kinerja yang optimal.
Evaluasi sebagai langkah tindak lanjut dari monitoring dapat meliputi substansi
SOP itu sendiri atau dan proses penerapannya.
c. Tipe Dan Format SOP
Selain berdasarkan
pada siklus pengembangan SOP, perlu juga ditentukan tipe atau model SOP yang
akan dikembangkan. Secara umum ada tiga model SOP yaitu :
1) SOP
Teknis (technical SOP) SOP teknis disusun untuk berbagai kegiatan teknis. Model
teknis biasanya banyak digunakan di lingkungan industri dan laboratorium.
2) SOP
Administratis (administrative SOP) SOP administratif digunakan untuk menyusun
berbagai macam kegiatan administratif, biasa untuk menggambarkan alur kerja dan
prosedur kerja di kantor, untuk prosedur audit pekerjaan dan sebagainya.
3) SOP
gabungan model Teknis dan model Administratif. SOP ini merupakan gabungan dari
dua jenis SOP di atas. Biasanya ini digunakan untuk menentukan prosedur kerja
yang sifatnya teknis dan administratif.
d. Format SOP
Ada berbagi format
SOP ada yang sangat rinci tetapi juga ada yang sederhana. Secara sederhana SOP
biasanya memuat informasi yang diperlukan dan terindentifikasi sehingga praktis
untuk digunakan. Informasi yang terdapat dalam SOP pada umumnya dibuat secara
jelas sehingga dapat memberikan informasi bagi pelaksana. Berikut ini informasi
yang ada di SOP secara sederhana.
1. Judul
harus jelas dan menggambarkan aspek kegiatan yang perlu dipandu dengan prosedur
kerja secara tetap.
2. Tujuan
hendaknya dirumuskan secara detail dan jelas sehingga pelaksana SOP mengetahui
arah kegiatan secara jelas dan hasil kegiatan yang dikehendaki secara jelas
pula.
3. Lingkup
SOP merupakan proses kegiatan, diterangkan dengan jelas dan lengkap mana yang
akan diinput dan mana yang tidak.
4. Tanggungjawab
dan wewenang (pelaksana dan fungsi organisasi) kemudian diidentifikasi bagian
akhir dari teks yang sesuai.
5. Penyelesaian
kegiatan, pada bagian ini tingkat rincian dapat berbeda , tergantung pada
rutinitas kegiatan dan metode kerja yang digunakan.
6. Keterangan tentang kegiatan, tergantung pada kebutuhan organisasi, yang menerangkan proses dengan bagan atau yang sesuai dengan kegiatan yang akan dilaksanakan berikutnya harus dapat menjelaskan dan menentukan apa yang akan dilaksanakan, oleh siapa, bagian atau unit mana, mengapa, kapan dimana dan bagaimana. Pada keterangan juga harus menginformasikan kendali proses dan kendali aktifitas yang telah ditentukan. Selain itu juga menentukan dokumen yang diperlukan yang berhubungan dengan kegiatan terkait dan menentukan skema.
7. Rekaman yang berkaitan dengan aktifitas harus ditentukan dengan pasti. Metode untuk menyimpan arsip dan semua pelaporan harus dinyatakan dengan jelas.
Instruksi Kerja
Instruksi Kerja merupakan kumpulan langkah yang dilakukan seseorang untuk menyelesaikan pekerjaan secara aman dan lengkap. Tujuan dari penyusunan pedoman ini yaitu untuk memberikan panduan urutan kerja bagi individu dalam suatu unit kerja dalam menyelesaikan satu jenis pekerjaan.
• Kisi-kisi Instrusksi Kerja
1. Menjelaskan ruang lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan
2. Menunjukkan
Nomor Standard Operating Procedures atau SOP yang menjadi induk dari Instruksi
Kerja ini. Dapat dikosongkan bila Instruksi Kerja ini tidak menginduk pada
SOP
3. Menjelaskan
istilah khusus, singkatan ataupun terminologi dalam SOP yang perlu dipahami
untuk menyamakan persepsi
4. Menunjukkan
pihak yang akan melaksanakan tugas tersebut
5. Menjelaskan
dokumen yang akan dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut
6. Menjabarkan
langkah-langkah instruksional dalam menyelesaikan suatu pekerjaan
• Langkah-langkah dalam penyusunan instruksi kerja
1. Perhatikan siapa yang akan menggunakan Instruksi Kerja
2. Sebelum
menulis, putuskan ruang lingkup pekerjaan seperti bidang medis, pendidikan,
dll.
3. Penulisan
IK:
§ Jelas
dan ringkas
§ Lengkap
semua informasi penting yang akan digunakan untuk menjalankan pekerjaan
tersebut
§ Obyektif
yaitu berisikan fakta, bukan sebuah opini atau pendapat
§ Koheren
yaitu menunjukan alur dan urutan langkah untuk menjalankan kegiatan
§ Instruksi
Kegiatan bersifat fleksibel dan dapat diubah sewaktu-waktu jika dibutuhkan
§ Mulai
dengan kata kerja dan menggunakan kalimat aktif
§ Buat
draft terlebih dahulu, agar memudahkan untuk mengkoreksi

Comments
Post a Comment