Rancangan
Manual Mutu, SOP, dan Instruksi Kerja
oleh Kelompok 6
1. Izmi Unaissah (205030700111018)
2. M. Irfan Sani (205030707111016)
3. Vicky Amalina .S.H. (205030707111012)
Draft Rancangan Manual Mutu
Manual mutu merupakan salah satu bentuk dari sistem manajemen mutu. Manual mutu dibuat untuk
mengawasi semua kegiatan dan tugas dalam suatu organisasi/lembaga/perusahaan
untuk memastikan bahwa produk atau layanan yang ditawarkan, serta sarana yang
digunakan tercap dengan sifat konsisten. Manual Mutu biasanya dibuat dengan
mengikuti aturan ISO 9001:2015 atau ISO 9001:2008, tergantung dengan jenis
manual mutu apa yang akan dibuat oleh perusahaan/lembaga/organisasi tersebut.
Terdapat 7 prinsip manajemen mutu ISO
9001:2015, yaitu:
1. Fokus Pelanggan
2. Kepemimpinan
3. Keterlibatan Pihak
4. Pendekatan Proses
5. Peningkatan Berkesinambungan’
6. Pengambilan Keputusan Berbasis Bukti
7. Manajemen Hubungan
Kisi-kisi Pembuatan Manual Mutu
1.
Mengetahui hal
yang wajib ada dalam manual mutu, yaitu:
a.
Lingkup
Penerapan ISO 9001:2008
b.
Pengecualian,
jika terdapat persyaratan yang kurang atau lebih dari persyaratan lingkup
penerapan, maka organisasi/lembaga/perusahaan dapat mengecualikan klausal 7
yanga ada pada ISO 9001:2008 dengan menyertakan alasannya.
c.
Interaksi
Proses, dalam bagian ini berisi tentang proses produksi sampai distribusi
melalui alur pendukung, yaitu HR, IT, ADM, Purchasing, dan lain sebagainya.
2.
Menentukan
jenis manual mutu apa yang akan digunakan.
3.
Mengumpulkan
semua data yang berkaitan dengan poin pertama.
4.
Meninjau
kembali manual mutu yang sudah dibuat minimal satu kali dalam satu tahun agar
mengetahui segala permasalahan yang ada.
Langkah-langkah Pembuatan Manual Mutu
|
Draft |
Isi |
|
|
Lembar Pengendalian |
1. Lembar Pengesahan |
|
|
2. Sejarah Perubahan |
||
|
3. Daftar Isi |
||
|
Komponen Manual Mutu |
1. Tujuan |
Berisi tujuan dari perusahaan/lembaga/organisasi dalam pembuatan
manual mutu. Biasanya bertujuan untuk menerangkan sistem manajemen mutu yang
ada di perusahaan/lembaga/organisasi mencakup kebijakan-kebijakan manajemen
dalam pengendalian mutu. |
|
2. Ruang Lingkup |
Ruang lingkup ditentukan dalam rangka meningkatkan mutu
produk/layanan dan mencapai kepuasaan pelanggan dengan mengembangkan dan
menerapkan sistem manajemen mutu. Ruang lingkup dapat ditentukan melalui
pembagian lokasi, seperti Kantor Pusat, Kantor Cabang, atau Area Layanan. |
|
|
3. Pengecualian Persyaratan ISO
9001:2008 |
Pengecualian ini dilakukan berdasarkan klausal yang ada di
persyaratan standar ISO yang digunakan. Jika terdapat klausal yang
dikecualikan dalam pembuatan manual mutu, perusahaan/lembaga/organisasi harus
memberikan alasan terkait pengecualian tersebut di bagian ini. |
|
|
4. Pengendalian dan Distribusi |
Manual mutu nantinya dapat diterbitkan sebagai dokumen
terkendali maupun tidak terkendali. Untuk penggunaan internal
perusahaan/lembaga/organisasi, maka manual mutu diterbitkan menjadi dokumen
terkendali. Sedangkan untuk penggunaan eksternal, maka manual mutu
diterbitkan sebagai dokumen tidak terkendali untuk menghindari adanya
kesalahgunaan (dijadikan referensi), kecuali ada permintaan khusus. |
|
|
Pendahuluan |
1. Profil Perusahaan |
|
|
2. Visi dan Misi |
||
|
3. Kebijakan Mutu |
Berdasarkan klausal 3.2.4 dalam ISO 9001:2008, kebijakan mutu
ialah tujuan dan arahan sebuah organisasi secara menyeluruh yang terkait
dengan mutu yang dinyatakan resmi oleh pusat pimpinan. Biasanya terdiri dari
tanggung jawab pimpinan dan tujuan dari kebijakan mutu. |
|
|
4. Sasaran Mutu Perusahaan |
Sasaran mutu perusahaan berisi target yang ingin dicapai suatu
perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Organisasi harus menetapkan sasaran
mutu pada fungsi, tingkat, dan proses yang diperlukan untuk sistem manajemen
mutu. Sasaran mutu harus memperhatikan:
- Konsisten dengan kebijakan mutu |
|
|
5. Sasaran Mutu Bidang |
||
|
6. Peta Produksi atau Operasi
layanan |
||
|
Sistem Manajemen Mutu |
1. Persyaratan Umum |
Organisasi harus menetapkan, menerapkan, memelihara, dan
meningkatkan sistem manajemen mutu melalui proses yang sesuai dengan
persyaratan ISO yang digunakan. |
|
2. Persyaratan Dokumentasi |
Berdasarkan klausul 4.2.1 dalam ISO 9001 disebutkan bahwa dokumentasi sistem manajemen mutu harus mencakup, yaitu: a. Kebijakan dan sasaran mutu |
|
|
3. Umum |
||
|
4. Manual Mutu |
||
|
5. Pengendalian Dokumen |
Berkaitan dengan pengambilan dokumen dan penerapannya. |
|
|
6. Pengendalian Rekaman |
Berkaitan dengan pengambilan rekaman dan penerapannya. |
|
|
Tanggung Jawab Manajemen |
1. Komitmen Manajemen |
Terdiri dari:
1. Menetapkan kebijakan mutu |
|
2. Fokus Pelanggaran |
Fokus pelanggaran merupakan penjelasan lanjut mengenai
pengecualian persyaratan ISO dan pelanggaran apa saja yang memiliki kaitan
dengan perusahaan/lembaga/organisasi |
|
|
3. Kebijakan Mutu |
||
|
4. Perencanaan |
||
|
5. Sasaran Mutu |
Sama seperti yang sudah dijelaskan di bagian pendahuluan. |
|
|
6. Perencanaan Sistem Manajemen
Mutu |
||
|
7. Tanggung Jawab, Wewenang, dan
Komunikasi |
Bertanggung jawab atas pelaksanaan 6 prosedur wajib yang
meliputi prosedur pengendalian dokumen, prosedur pengendalian rekaman mutu,
prosedur pengendalian produk tidak sesuai, prosedur tindakan perbaikan,
prosedur tindakan pencegahan, dan prosedur audit internal. |
|
|
8. Wakil Manajemen |
Memiliki tanggung jawab antara lain: a) Memastikan bahwa proses yang diperlukan untuk sistem manajemen mutu
ditetapkan, dilaksanakan dan dipelihara, b) Melaporkan pada manajemen puncak mengenai kinerja SMM ( sistem manajemen
mutu) dan setiap kebutuhan untuk
koreksi c) Memastikan promosi kepedulian
mengenai persyartan pelanggan di seluruh organisasi |
|
|
9. Tinjauan Manajemen |
Melaksanakan evaluasi terkait dengan penilaian terhadpa
keefektifan manajemen mutu, apakah berjalan secara konsisten atau tidak. |
|
|
10. Umum |
||
|
11. Masukan Tinjauan |
||
|
12. Keluaran Tinjauan |
||
|
Pengelolaan Sumber Daya |
1. Penyediaan Sumber Daya |
|
|
2. Sumber Daya Manusia |
||
|
3. Umum |
||
|
4. Kompetensi, Kesadaran, dan
Pelatihan |
||
|
5. Infrastruktur atau
Sarana-Prasarana |
||
|
6. Lingkungan Kerja |
||
|
Realisasi Produk atau Operasi Layana |
1. Perencanaan Produk atau Layanan |
|
|
2. Proses Berkaitan dengan
Pelanggan |
||
|
3. Penetapan Persyaratan Pelanggan |
||
|
4. Tinjauan Persyaratan Pelanggan |
||
|
5. Komunikasi Pelanggan |
||
|
6. Perencanaan dan Pengembangan
Produk atau Layanan |
||
|
7. Pembelian |
||
|
8. Pelakasanaan Produksi atau
Layanan |
||
|
9. Pengendalian |
||
|
10. Validasi Proses |
||
|
11. Identifikasi dan Kemampuan Telusur |
||
|
12. Milik Pelanggan |
||
|
13. Perlindungan Produk atau Layanan |
||
|
14. Pengendalian Alat Ukur dan Pemantauan |
||
|
Lampiran |
1. Struktur
Organisasi/Lembaga/Perusahaan |
|
|
2. Uraian Mengenai Tugas Wewenang
dan Kompetensi Wakil Manajemen Pendali Dokumen dan Auditor Internal |
||
|
3. Lampiran untuk membuktikan
kevalidan proses |
||
Draft Rancangan SOP
Menurut Tjipto Atmoko (2011), Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan
suatu pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai denga fungsi
dan alat penilaian kinerja instansi pemerintah berdasarkan indikator-indikator
teknis, administratif dan prosedural sesuai tata kerja, prosedur kerja dan
sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan. Selain itu, SOP atau Standar Operasional Prosedur dapat dikatakan sebagai dokumen yang berisi serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai
berbagai proses penyelenggaraan administrasi perkantoran yang berisi cara
melakukan pekerjaan, waktu pelaksanaan, tempat penyelenggaraan dan aktor yang
berperan dalam kegiatan
(Insani, 2010:1).
Kisi-kisi
Pembuatan SOP
|
Draft |
Isi |
|
|
Lembar Pengesahan dan Distribusi Dokumen |
Menampilkan nama orang dan jabatan
yang membuat, memeriksa, dan mengesahkan SOP. Daftar nama orang yang menerima
hardcopy SOP yang resmi, datandai cap basah. |
|
|
Riwayat perubahan dokumen |
Riwayat perubahan yang dilakukan
dan paraf yang mensahkan perubahan. |
|
|
Komponen SOP |
Tujuan |
Menjelaskan tujuan dari dibuatnya
SOP |
|
Ruang Lingkup |
Menjelaskan aktivitas/ kegiatan
bisnis apa saja yang termasuk dalam SOP, secara deskriptif menyatakan dimana
awal dan akhir prosedur. |
|
|
Referensi |
Menunjukkan referensi yang menjadi
dasar legalitas SOP. |
|
|
Definisi |
Menjelaskan istilah khusus,
terminologi/singkatan yang perlu dipahami untuk persamaan persepsi. |
|
|
Penanggung Jawab |
Menunjukkan pihak yang bertanggung
jawab dan apa yang menjadi tanggung jawabnya. |
|
|
Uraian Prosedur |
Menjabarkan tahapan/kegiatan kerja
melakukan pekerjaan, juga memasukkan turunan rinciannya. |
|
|
Diagram Alir Prosedur |
Menggambarkan langkah kegiatan
yang harus dilakukan oleh setiap aktor untuk menyelesaikan suatu prosedur. |
|
|
Dokumen Terkait |
Menunjukkan dokumen yang terkait,
yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu prosedur, sesuai dengan nomor urut
dokumen yang terdapat dalam diagram alir. |
|
|
Lain-Lain |
Digunakan untuk menjelaskan bila
ada persyaratan lain yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proses. |
|
Langkah-langkah Pembuatan SOP
|
Draft |
Isi |
|
|
Analisis Kebutuhan SOP |
Observasi langsung ke lapangan
untuk melihat kegiatan-kegiatan pekerjaan yang dibuatkan SOP |
Beberapa hal yang perlu
diperhatikan sebagai berikut: -
Lingkungan
operasioanl -
Peraturan
perundangan dan petunjuk teknis -
Kebutuhan
perpustakaan dan stakeholder -
Kejelasan
penilaian proses kebutuhan. |
|
Pengembangan SOP |
Pembentukan tim untuk
mengembangkan SOP Perpustakaan |
Terdiri dari: -
Unsur
pimpinan -
Unsur
pelaksana -
Unsur
yang mengambangkan SOP |
|
Pengumpulan informasi dan
identifikasi alternatif |
Menggali informasi melalui teknik
wawancara, teknik observasi, teknik dokumentasi |
|
|
Analisis dan pemilihan alternatif |
Tim menganalisis dari bahan yang
telah terkumpul |
|
|
Penulisan SOP |
Penulisan mengacu pada format SOP
dan memilih format mana yang akan digunakan oleh perpustakaan yang
mengembangkan SOP. |
|
|
Pengujian dan review SOP |
Langkah pengujian review: -
Dikirimkan
pada pihak yang secara langsung terlibat -
Melakukan
simulasi untuk melihat sejauh mana SOP dapat berjalan -
Melakukan
uji coba dalam kegiatan nyata pada perpustakaan -
Melakukan
review dari hasil uji coba untuk perbaikan SOP |
|
|
Pengesahan SOP |
Dilakukan oleh kepala perpustakaan
atau bisa dilakukan pada tingkat rektorat |
|
|
Penerapan SOP |
-
Dijelaskan
mengenai perencanaan implementasi langkah-langkah untuk sosialisasi SOP,
pendistribusian SOP, analisis kebutuhan pelatihan, pengembangan mekanisme
pengawasan kerja. -
Langkah-langkah
kegiatan penerapan SOP: 1.
Perenanaan
penerapan SOP 2.
Distribusi
kepada unit-unit 3.
Pelatihan
pemahaman SOP 4.
Supervisi |
|
|
|
Monitoring dan evaluasi |
Membahas tentang mekanisme
monitoring untuk melihat seberapa jauh Penerapan dan kontribusi SOP. Untuk
evaluasi difokuskan pada penilaian SOP itu sendiri apakah perlu ada perubahan
atau penambahan. |
Draft Rancangan Instruksi Kerja
Menurut ISO 9001 : 2015, Instruksi kerja adalah dokumen mekanisme
kerja yang mengatur secara rinci dan
jelas urutan suatu aktifitas yang hanya melibatkan satu fungsi saja sebagai
pendukung prosedur mutu atau prosedur kerja, secara prinsip instruksi kerja
menguraikan bagaimana satu langkah dalam suatu prosedur dilakukan.
Instruksi
Kerja merupakan langkah-langkah yang dilakukan seseorang untuk menyelesaikan
pekerjaan secara lengkap dan aman. Tujuan dari penyusunan instruksi kerja ini
adalah untuk memberikan panduan urutan kerja bagi individu dalam suatu unit
kerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
Kisi-kisi Pembuatan Instruksi Kerja
|
Draft |
Isi |
|
|
Lembar Pengesahan |
menampilkan nama orang dan jabatan
yang membuat, memeriksa, dan mengesahkan Instruksi Kerja |
|
|
Riwayat Perubahan Dokumen |
Menampilkan riwayat perubahan yang
dilakukan dengan paraff mengesahkan perubahan |
|
|
Komponen Instruksi Kerja |
Ruang Lingkup |
Menjelaskan ruang lingkup
pekerjaan yang harus dilaksanakan |
|
|
Referensi |
Menunjukkan Nomor Standar Operating
Procedures atau SOP yang menjadi induk dari Instruksi Kerja ini. dapat
dikosongkan bila Instruksi Kerja ini yidak menginduk pada SOP |
|
|
Definisi |
Menjelaskan istilah khusus,
singkatan ataupun terminologi dalam SOP yang perlu dipahami untuk menyamakan
persepsi |
|
|
Pelaksana |
Menunjukkan pihak yang akan
melaksanakan tugas tersebut |
|
|
Dokumen yang Dibutuhkan |
Menjelaskan dokumen yang akan
dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut |
|
|
Instruksi Kerja |
Menjabarkan langkah-langkah instrusional
dalam menyelesaikan suatu pekerjaan |
Langkah-langkah Pembuatan Instruksi Kerja
|
Langkah-langkah |
Deskripsi |
|
Penentuan Proses Kerja |
Menentukan proses kegiatan yang
akan dibuat instruksi kerja |
|
Pengidentifikasian |
Mengidentifikasi setiap kegiatan
dalam proses tersebut |
|
Pembuatan Flow-chart |
Membuat flow-chart dari
proses pengidentifikasian untuk memudahkan pengguna IK untuk membaca flow-chart |
|
Penyusunan Prosedur |
Menyusun prosedur dari flow-chart
sesuai dengan format yang telah ditentukan |
|
Kooperatif |
Dengan disusunnya Instruksi Kerja,
diharapkan dapat dilaksanakan dengan sesuai dan bekerja sama antara
perusahaan atau institusi dengan karyawan |
DAFTAR REFERENSI
bpmuai. 2020. Pedoman Pembuatan Instruksi Kerja (IK). https://bpm.uai.ac.id/wp-content/uploads/2020/01/Pedoman-Pembuatan-Instruksi-Kerja-IK-2019.pdf. diakses pada Januari 2020
https://katigaku.top/2019/12/04/prosedur-vs-instruksi-kerja/#:~:text=Menurut%20ISO%209001%20%3A%202015%20Instruksi,langkah%20dalam%20suatu%20prosedur%20dilakukan.
diakses pada tanggal 1 April 2021
https://portalsurabaya.pikiran-rakyat.com/ (20 Agustus 2020), Pengertian SOP,
Tujuan, Fungsi, Manfaat Standard Operating Procedure.
diakses pada 1 April 2021
Tidak
Diketahui. Jurnal Manajemen. 2021. Manajemen Mutu : Pengertian, Tujuan, Proses,
Manfaat Disertai ISO. √ Manajemen Mutu : Pengertian,
Tujuan, Proses, Manfaat (LENGKAP) (jurnalmanajemen.com). diakses pada 1 April
2021
Comments
Post a Comment